Assalamu’alaikum…..

Image and video hosting by TinyPic
Welcome to my symple Blog. This is my first posting. Future will be change to actually issues…..please joint with me…. I hope you can share about your knowledge for me in everytime…Please give me your good and excellent comments

Devi

Ekonomi Indonesia 2012 di Tengah Ketidakpastian Global

Memasuki tahun 2012, ekonomi Indonesia masih menghadapi risiko atas ketidakpastain global yang tinggi kendati kinerja ekonomi Indonesia tahun 2011 bisa menjadi modal besar memasuki tahun 2012 terutama karena dukungan pasar domestik yang kuat.

Tantangan Global

Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama. Baca selebihnya »

Konsep Dasar Penelitian Pendidikan


A. Hakikat Penelitian
Rasa ingin tahu merupakan salah satu sifat dasar yang dimiliki manusia. Sifat tersebut akan mendorong manusia bertanya untuk mendapatkan pengetahuan. Setiap manusia yang berakal sehat sudah pasti memiliki pengetahuan, baik berupa fakta, konsep, prinsip, maupun prosedur tentang suatu obyek. Pengetahuan dapat dimiliki berkat adanya pengalaman atau melalui interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Secara universal, terdapat tiga jenis pengetahuan yang selama ini mendasari kehidupan manusia yaitu: (1) logika yang dapat membedakan antara benar dan salah; (2) etika yang dapat membedakan antara baik dan buruk; serta (3) estetika yang dapat membedakan antara indah dan jelek. Kepekaan indra yang dimiliki, merupakan modal dasar dalam memperoleh pengetahuan tersebut.
Salah satu wujud pengetahuan yang dimiliki manusia adalah pengetahuan ilmiah yang lazim dikatakan sebagai “ilmu”. Ilmu adalah bagian pengetahuan, namun tidak semua pengetahuan dapat dikatakan ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang didasari oleh dua teori kebenaran yaitu koherensi dan korespondensi. Koherensi menyatakan bahwa sesuatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan logis atau berpikir secara rasional. Korespondensi menyatakan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut didasarkan atas fakta atau realita. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan empirik atau bertolak dari fakta. Dengan demikian, kebenaran ilmu harus dapat dideskripsikan secara rasional dan dibuktikan secara empirik.
Koherensi dan korespondensi mendasari bagaimana ilmu diperoleh telah melahirkan cara mendapatkan kebenaran ilmiah. Proses untuk mendapatkan ilmu agar memiliki nilai kebenaran harus dilandasai oleh cara berpikir yang rasional berdasarkan logika dan berpikir empiris berdasarkan fakta. Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah melalui penelitian. Banyak definisi tentang penelitian tergantung sudut pandang masing-masing. Penelitian dapat didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang benar atas suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik. Dapat pula dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses pengumpulan data, pengolah data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu.
Pengertian tersebut di atas menyiratkan bahwa penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris (Sudjana, 2001). Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan pengujian data sampai diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi dikatakan empiris jika sumber data mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran atau rekayasa peneliti. Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang didasari oleh logika/penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta/ realita.
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangka dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta).
Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah penelitian yaitu:
1. Merumuskan masalah; mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya masalah tidak akan terjadi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk pertanyaan..
2. Mengajukan hipotesis; mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah. Peneliti menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari sejumlah literatur, jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
3. Verifikasi data; mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis. Jenis data yang diperlukan diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Data empiris yang diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini, peneliti harus menentukan jenis data, dari mana data diperoleh, serta teknik untuk memperoleh data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
4. Menarik kesimpulan; menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan penelitian atau hasil penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian disimpulkan. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, penelitian ilmiah merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengkaji dan memecahkan suatu masalah menggunakan prosedur sistematis berlandaskan data empirik. Berdasarkan proses tersebut di atas, mulai dari langkah kajian teori sampai pada perumusan hipotesis termasuk berpikir rasional atau berpikir deduktif. Sedangkan dari verifikasi data sampai pada generalisasi merupakan proses berpikir induktif. Proses tersebut adalah wujud dari proses berpikir ilmiah. Itulah sebabnya penelitian dikatakan sebagai operasionalisasi metode ilmiah.
Untuk mendapatkan kebenaran ilmiah, penelitian harus mengandung unsur keilmuan dalam aktivitasnya. Penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada karakeristik keilmuan yaitu:
1. Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia.
2. Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia.
3. Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Penelitian dikatakan tidak ilmiah jika tidak menggunakan penalaran logis, tetapi menggunakan prinsip kebetulan, coba-coba, spekulasi. Cara-cara seperti ini tidak tepat digunakan untuk pengembangan suatu profesi ataupun keilmuan tertentu. Suatu penelitian dikatakan baik (dalam arti ilmiah) jika mengikuti cara-cara yang telah ditentukan serta dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan bukan secara kebetulan.
Dalam keseharian sering ditemukan konsep-konsep yang kurang tepat dalam memaknai penelitian antara lain:
1. Penelitian bukan sekedar kegiatan mengumpulkan data atau informasi. Misalnya, seorang kepala sekolah bermaksud mengadakan penelitian tentang latar belakang pendidikan orang tua siswa di sekolahnya. Kepala sekolah tersebut belum dapat dikatakan melakukan penelitian tetapi hanya sekedar mengumpulkan data atau informasi saja. Pengumpulan data hanya merupakan salah satu bagian kegiatan dari rangkaian proses penelitian. Langkah berikutnya yang harus dilakukan kepala sekolah agar kegiatan tersebut menjadi penelitian adalah menganalisis data. Data yang telah diperolehnya dapat digunakan misalnya untuk meneliti pengaruh latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.
2. Penelitian bukan hanya sekedar memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain. Misalnya seorang pengawas telah berhasil mengumpulkan banyak data/infromasi tentang implementasi MBS di sekolah binaanya dan menyusunnya dalam sebuah laporan. Kegiatan yang dilakukan pengawas tersebut bukanlah suatu penelitian. Laporan yang dihasilkannya juga bukan laporan penelitian. Kegiatan dimaksud akan menjadi suatu penelitian ketika pengawas yang bersangkutan melakukan analisis data lebih lanjut sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Misalnya: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi MBS; atau (2) faktor-faktor penghambat implementasi MBS serta upaya mengatasinya.
B. Tujuan Umum Penelitian
Uraian di atas memperlihatkan bahwa penelitian adalah penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu/masalah dengan melakukan tindakan tertentu (misalnya memeriksa, menelaah, mempelajari dengan cermat/sungguh-sungguh) sehingga diperoleh suatu temuan berupa kebenaran, jawaban, atau pengembangan ilmu pengetahuan. Terkait dengan ilmu pengetahuan, dapat dikemukakan tiga tujuan umum penelitian yaitu:
1. Tujuan Eksploratif, penelitian dilaksanakan untuk menemukan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu. Ilmu yang diperoleh melalui penelitian betul-betul baru belum pernah diketahui sebelumnya. Misalnya suatu penelitian telah menghasilkan kriteria kepemimpian efektif dalam MBS. Contoh lainnya adalah penelitian yang menghasilkan suatu metode baru pembelajaran matematika yang menyenangkan siswa.
2. Tujuan Verifikatif, penelitian dilaksanakan untuk menguji kebenaran dari sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Data penelitian yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap infromasi atau ilmu pengetahuan tertentu. Misalnya, suatu penelitian dilakukan untuk membuktian adanya pengaruh kecerdasan emosional terhadap gaya kepemimpinan. Contoh lainnya adalah penelitian yang dilakukan untuk menguji efektivitas metode pembelajaran yang telah dikembangkan di luar negeri jika diterapkan di Indonesia.
3. Tujuan Pengembangan, penelitian dilaksanakan untuk mengembangkan sesuatu (ilmu pengetahuan) yang telah ada. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan atau memperdalam ilmu pegetahuan yang telah ada. Misalnya penelitian tentang implementasi metode inquiry dalam pembelajaran IPS yang sebelumnya telah digunakan dalam pembelajaran IPA. Contoh lainnya adalah penelitian tentang sistem penjaminan mutu (Quality Assurannce) dalam organisasi/satuan pendidikan yang sebelumnya telah berhasil diterpakan dalam organisasi bisnis/perusahaan.
=============
Diambil dan adaptasi dari Bahan Belajar Mandiri Kegiatan Pelatihan Pengawas Sekolah. Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. 2008
sumber: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/02/09/penelitian-pendidikan/

Ketahuilah Apa yang Mereka Pikirkan tentang Brand Anda

PENTINGKAH demikian? Bukankah kita sebagai empunya brand seharusnya yang memegang penuh kendali ke mana arah pengembangan merek dan bisnis ke depannya?

Lalu untuk apa perlunya membuang-buang waktu mencari tahu lebih jauh apa pandangan masyarakat terhadap brand Anda selama ini? Percayalah bahwa layaknya manusia yang memiliki sikap dan personalitas ingin ditampilkan ke sesamanya, saya yakin kita perlu juga mendapatkan masukan dari keluarga maupun teman.

Terutama,tentang bagaimana perilaku kita bisa relevan dan diterima dengan baik sehingga bisa masuk menjadi bagian dari masyarakat dengan lebih mudah. Sama halnya dengan brand, sebagai pelaku bisnis, Anda tentu menginginkan setiap jasa ataupun produk yang ditawarkan tetap bisa merangkul target pasar yang dituju dari waktu ke waktu. Bahkan, berlaku untuk setiap pengembangan bisnis baru yang erat kaitannya dengan brand Anda juga ke depannya.

Anda ingin semuanya dapat menjadi investasi yang tidak percuma dan mampu membangun loyalitas di kalangan masyarakat. Melihat keinginan dari pelaku bisnis pada umumnya inilah, bagaimana mungkin kita berharap untuk bisa menjadi lebih baik tanpa mendapatkan rambu-rambu yang jelas?

Memang benar adanya bahwa unsur inovasi dan orisinalitas memegang peranan penting dalam mendobrak pasar, serta terkadang publik belum sepenuhnya tahu apa yang mereka inginkan. Namun dengan adanya rambu-rambu inilah kita sebenarnya punya gambaran bagaimana brand Anda dipersepsikan di publik.Dan,apa saja inovasi baru yang bisa dikembangkan lebih lanjut agar tetap eksis di mata penggemar brand Anda.

Brand research dalam hal ini menjadi hal yang penting dilakukan untuk menjelajahi lebih lanjut tingkat persepsi yang dimiliki brand Anda di mata publik. Dengan kata lain, riset serupa tidak harus dilakukan hanya ketika kita mau melakukan proses branding dan rebranding saja, namun bisa juga diadakan secara periodik agar bisa mengetahui sejauh mana setiap aktivitas yang kita lakukan dapat tersampaikan dengan efektif.

Banyak sekali elemen yang bisa diukur,dari bagaimana publik melihat brand Anda, apakah lebih berasosiasi negatif atau positif,bagaimana tingkat loyalitasnya di tengah kompetisi yang sengit ini? Apakah mereka bisa mendapatkan kepuasan dari pelayanan yang diberikan frontliner sesuai yang di elu-elukan oleh kampanye komunikasi selama ini?

Apa saja ekspektasi ke depannya terhadap brand Anda, dan berbagai hal lainnya tergantung dari apa yang menjadi tujuan akhir dari brand research ini. Hasil dari sebuah brand research akan sangat membantu di dalam proses penentuan dalam pengambilan keputusan dari para pemilik brand, langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk tahapan selanjutnya, apakah pesan komunikasi yang harus diperbaiki?

Apakah sistem pelayanan yang justru perlu ditingkatkan? Retail system yang perlu dijaga konsistensinya? Ekstensi jasa atau produk apa yang sangat dinantikan? Inovasi apa saja yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk direalisasikan? Atau yang paling jauh, melakukan proses rejuvenasi brandagar tetap relevan dengan target pasarnya? Berbagai elemen atau faktor- faktor di atas tersebut dapat mengarahkan apa saja yang menjadi fokus penting.

Sehingga, dengan terus menjaga tingkat relevansi yang tinggi dan delivery serta penyampaian komunikasi yang tidak melenceng dan konsisten dapat meningkatkan probabilitas kesuksesan brand Anda di antara berbagai pesaing yang ada. Sekali lagi, dengan bertambah sengitnya era kompetitif saat ini, brand Anda perlu stand out.

Sehingga,mempermudah proses pemilihan dari masyarakat dalam memilih brand Anda dibanding begitu banyaknya kompetitor di pasar saat ini.Pada akhirnya, dari semua hasil temuan tersebut, Andalah yang akan menentukan apa yang terbaik untuk brand Anda, namun dengan basis yang lebih jelas dan terarah.

DANIEL SURYA
Chairman South East Asia
DM IDHOLLAND &
JEFFREY BUDIMAN
Managing Director,
Indonesia DM IDHOLLAND

Benarkah Menganggur Perpendek Umur…???

Penelitian yang dilakukan sosiolog McGill Profesor Sosiologi Eran Shor, bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Stony Brook, mengungkapkan bahwa pengangguran tingkatkan risiko kematian dini sebesar 63 persen.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti melakukan survei yang melibatkan 20 juta orang di 15 negara, selama 40 tahun terakhir, seperti dikutip dari laman Times Of India.

Salah satu temuan yang mengejutkan, hubungan antara pengangguran dan risiko kematian lebih tinggi adalah sama di semua negara yang tercakup dalam studi ini. Hal ini terlepas dari harapan bahwa sistem perawatan kesehatan lebih baik mungkin memberikan sumbangan terhadap angka kematian lebih rendah.

Aspek yang benar-benar menjadi terobosan dalam penelitian ini menunjukkan, ada hubungan kausal antara pengangguran dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Ini mungkin ada hubungannya dengan pengangguran menyebabkan stres dan pikiran negatif yang mempengaruhi status sosial ekonomi seseorang, yang pada gilirannya menyebabkan rendahnya kualitas kesehatan sehingga bisa percepat kematian.

Penelitian juga menunjukkan, risiko kematian akibat pengangguran pada pria lebih tinggi dibandingkan wanita. Persentase pria mencapai 78 persen dan 37 persen pada wanita.

“Ketika seorang pria kehilangan pekerjaan, berarti keluarga akan menjadi lebih miskin dan menderita, yang pada gilirannya dapat memiliki dampak besar pada kesehatan manusia,” kata Shor.

Penelitian ini juga mengungkapkan, risiko kematian sangat tinggi bagi mereka yang berada di bawah usia 50 tahun. (pet)
• VIVAnews

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2011, sebesar 6,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Slamet Sutomo, mengatakan pertumbuhan pada kuartal ketiga 2011 masih ditopang oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran, yang sebesar 10,1 persen. Kontribusi lainnya berasal dari sektor angkutan dan komunikasi sebesar 9,5 persen, disusul sektor jasa sebesar 7 persen.

Dibanding dengan kuartal kedua 2011, ekonomi Indonesia tumbuh sebear 3,5 persen dengan nilai PDB mencapai Rp1.923,6 triliun. Sepanjang kuartal ketiga 2011, konsumsi rumah tangga di Indonesia tumbuh 2,7 persen, sementara konsumsi pemerintah sebesar 0,2 persen.

Selama Juli-September tahun ini, Indonesia juga mencacat pertumbuhan investasi sebesar 1,7 persen, ekspor 8,3 persen dan impor sebesar 5 persen.

BPS juga mencatat perbaikan di sektor industri yang selama 3 bulan terakhir, mencatat pertumbuhan 6,6 persen year on year.(DNI)

Pasar Saham AS Hentikan Penurunan

New York, (Analisa). Pasar saham Amerika Serikat menghentikan penurunan mereka pada Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), dengan Dow Jones Industrial Average berdiri tepat di atas titik impas pada penutupan, meskipun kesuraman tentang keadaan ekonomi global sedang berlangsung.
Kehancuran di seluruh dunia yang terlihat pada Kamis ditahan di awal perdagangan AS, dengan Dow naik 0,33 persen, 35 poin di atas penutupan sesi sebelumnya.

Indeks blue-chip berdiri di 10.769,21 poin pada bel penutupan, sehari setelah menghapus 103 miliar dolar AS dari nilai indeks.

“Tindakan berombak antara saham dan mata uang muncul karena banyak pedagang dan investor menyulap kepemilikan mereka segera setelah aksi jual baru-baru ini,” kata analis di Briefing.com.

Saham-saham yang fokus pada konsumen memimpin “rebound” moderat. Nike naik lebih dari 5,3 persen karena investor mempertimbangkan laporan terbaru laba perusahaan.

Saham Hewlett Packard turun 2,1 persen setelah perusahaan yang kesulitan itu menunjukmantan kepala eBay, Meg Whitman, sebagai presiden dan CEO baru, menggantikan Leo Apotheker.

Pemantulan kembali terjadi meski sebuah tanggapan pandangan hangat pembuat kebijakan menghidupkan kembali krisis.

Sebuah janji dari para menteri keuangan G20 untuk meningkatkan respon kuat terhadap ancaman pemulihan global yang muncul menjadi sedikit mengurangi ketakutan.

Para pemimpin keuangan mencatat “tingginya risiko penurunan dari pemerintahan yang tertekan, kerapuhan sistem keuangan, gejolak pasar, pertumbuhan ekonomi yang lemah dan pengangguran sangat tinggi.”

Para pejabat G20, kelompok negara maju dan berkembang, mengatkan mereka akan bekerja sama untuk mendukung pertumbuhan dan menerapkan “rencana konsolidasi fiskal kredibel.”

“Ini akan membutuhkan rencana aksi kolektif dan berani, dengan semua orang melakukan bagian mereka,” kata mereka, beberapa jam setelah saham anjlok di seluruh dunia.

Pernyataan itu disambut dengan respon tidak percaya dari beberapa pedagang.

“Kata-kata yang murah,” kata Carl Weinberg, kepala ekonom High Frequency Economics.

“Jadi tiga dari 20 negara telah berkomitmen untuk melakukan apa yang telah mereka sudah berkomitmen untuk melakukan, dan tidak ada dari 20 negara ini yang membawa ke pertemuan ini inisiatif kebijakan baru. Bagus!”

S&P 500 lebih luas naik 6,80 poin (0,60 persen) menjadi 1.136,36, sedangkan indeks komposit Nasdaq naik 27,56 poin (1,12 persen) menjadi 2.483,23.

Di pasar obligasi, para pedagang terus menanggapi keputusan Federal Reserve pada Rabu untuk mengalihkan kepemilikan senilai 400 miliar dolar AS menjadi obligasi jangka panjang, mempertahankan imbal hasil tetap dekat posisi terendah bersejarah.

Imbal hasil 10-tahun mencapai 1,84 persen, naik dari 1,72 persen pada Kamis. Imbal hasil pada obligasi 30-tahun berada di 2,90 dari 2,80 persen sehari sebelumnya. (Ant/AFP)

Bank Dunia: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2011 Akan Tumbuh 6,4 Persen

Bank Dunia memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 ditargetkan bisa melampaui 6,4 persen bahkan bisa mencapai angka 7 persen apabila pemerintah Indonesia melakukan reformasi secara menyeluruh pada berbagai bidang termasuk pembenahan infrastruktur.
Bank Dunia: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2011 Akan Tumbuh 6,4 Persen

Seorang pekerja membawa karung beras ketika dia berjalan di sebuah pasar di Jakarta, 13 Januari 2011.

“Angka 6,4 itu baik. Bahkan Indonesia berpotensi besar untuk tumbuh mencapai angka 7 persen,” kata Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia, Enrique Blanco Armas dalam peluncuran laporan Prospek Ekonomi Global (Global Economic Prospects) dari Bank Dunia, di Jakarta, Kamis (13/01).

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi itu bisa dicapai jika pemerintah melakukan reformasi secara menyeluruh terutama sektor infrastruktur, baik jalan tol, listrik, transportasi, telekomunikasi, minyak dan gas bumi, air minum, sanitasi, dan lainnya. Karena, jelasnya, sektor infrastruktur masih menjadi masalah yang harus lebih difokuskan oleh pemerintah, sehingga hal itu tergantung pada kebijakan pemerintah terhadap anggaran di tahun ini.

Sementara itu, Direktur Prospek Pembangunan Bank Dunia, Hans Timmer dalam telekonferensi mengatakan, menurut proyeksi ekonomi global Bank Dunia, saat ini derasnya arus modal asing yang masuk dan harga komoditas yang meningkat di Indonesia bisa menguntungkan dan memperkuat pemulihan bagi pertumbuhan Indonesia.

Hans menambahkan, meski ekonomi global saat ini masih labil, peningkatan dari arus modal internasional bisa memperkuat pemulihan di kebanyakan negara berkembang.

Sedangkan, menurut ekonom utama Bank Dunia, Subham Chaudhuri memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2011 hanya mencapai 6,2 persen dan pada tahun 2012 akan mencapai 6,5 persen, mengingat sektor infrastruktur di Indonesia perlu dibenahi terlebih dahulu agar Indonesia bisa menjadi pasar yang potensial.

Manajemen Sakit Hati

Hampir setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya. Baik dalam keluarga, berteman, maupun bermasyarakat. Sebagaimana sifat sedih dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu kewajaran dalam hidup manusia. Apalagi, mengingat manusia adalah mahluk sosial, yang dalam setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.

Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam. Dari masalah sepele hingga masalah besar, dapat menjadi pemicunya. Misalnya berawal dari perbedaan pendapat, adanya konflik atau ketidakcocokan, hingga iri dan dengki. Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama bercokol dalam hati, maka tidak sehatlah hati itu. Pemiliknya pun akan stress dan jauh dari keceriaan. Lebih jauh lagi, hal itu bisa menjauhkan manusia dari Rabb-Nya. Na’udzubillaahi mindzaalik.

Bagaimana memenej rasa sakit hati, agar tidak membuahkan dosa dan azab-Nya bagi kita sendiri? Baca selebihnya »

5 Amalan Rasulullah Di 10 Hari Terakhir Ramadhan

“Adalah Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hikmah di balik meningkatnya volume ibadah nabi saw itu adalah karena sepuluh hari yang terakhir ini merupakan penutup bagi bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannya atau akhirnya.
Berikut ini adalah amal-amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di sepuluh hari yang terakhir :

Pertama, menghidupkan malam.

Menghidupkan malan di sini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya atau kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar darinya. Aisyah ra berkata:

“Tidak pernah aku melihat beliau (Nabi SAW) melakukan ibadah pada malam hari hingga pagi harinya dan berpuasa selama satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.” (HR. Muslim)

Kedua, Membangunkan keluarganya.

Amalan kedua ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW membangunkan keluarganya untuk mengerjakan shalat sunnah pada malam-malam sepuluh hari yang terakhir. Padahal, hal demikian tidak beliau lakukan di malam-malam yang lain.

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib: ia berkata: “Rasulullah SAW membangunkan keluarganya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Turmudzi)

Ketiga, “mengencangkan ikat pinggang”.

Maksudnya, beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya. Diriwayatkan bahwa beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sampai rampungnya bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas disebutkan bahwa beliau melipat ranjangnya dan menjauhkan diri dari menggauli istri.

Namun, jika diri Anda sedang ‘bergejolak’ tentunya lebih baik Anda menunaikan ‘hajat’ terlebih dahulu, barulah Anda kembali fokus dalam menghidupkan malam-malam di sepuluh hari yang terakhir ini.

Keempat, mandi antara Maghrib dan Isya.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah, ia berkata:

“Di bulan Ramadhan, Rasulullah biasanya tidur dan bangun malam, namun jika telah masuk sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggang, menjauhi istri-istrinya, dan mandi di waktu antara Magrib dan Isya.”

Hikmah yang bisa dipetik dari amalan ini adaah untuk menghadirkan kesegaran dan kebugaran pada tubuh sehingga kuat dalam memburu malam demi malam untuk meraih malam yang lebih baik dari seribu malam, Lailatul Qadar.

Amalan kelima bisa dilakukan, kecuali oleh Anda yang memiliki rekam jejak penyakit tulang dan persendian seperti encok, rematik, dan sebagainya.

Kelima, Iktikaf.
Aisyah berkata:

“Nabi SAW melakukan iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal. Kemudian, istri-istrinya yang melakukan iktikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tujuan nabi melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ialah untuk menghentikan berbagai rutinitas kesibukannya, mengosongkan pikiran, mengasingkan diri demi bermunajat kepada Allah, berdzikir dan berdoa kepada-Nya.

Semoga Allah swt memberi kita kemampuan untuk kita bisa melakukan 5 amalan yang telah dilakukan oleh Nabi SAW dalam mengisi sepuluh hari yang terakhir di bulan suci ini. Wallahu A`alam bis Shawaab.

Salam

Referensi hadist : dari berbagai sumber

Prestasi Belajar…..Belajar Untuk Berprestasi

Muray dalam Beck (1990 : 290) mendefinisikan prestasi sebagai berikut :
“To overcome obstacle, to exercise power, to strive to do something difficult as
well and as quickly as possible”
“Kebutuhan
untuk
prestasi

adalah mengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulit dengan baik dan secepat mungkin”.

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran.
b. Pengertian Belajar

Untuk memahami tentang pengertian belajar di sini akan diawali dengan mengemukakan beberapa definisi tentang belajar. Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi tentang belajar. Cronbach, Harold Spears dan Geoch dalam Sardiman A.M (2005:20) sebagai berikut :

1) Cronbach memberikan definisi :
“Learning is shown by a change in behavior as a result of experience”.
“Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari
pengalaman”.
2) Harold Spears memberikan batasan:
“Learning is to observe, to read, to initiate, to try something themselves, to listen,
to follow direction”.
Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri,
mendengarkan, mengikuti petunjuk/arahan.
3) Geoch, mengatakan :
“Learning is a change in performance as a result of practice”.
Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.